<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6439473583144478592</id><updated>2012-02-16T20:02:57.606-08:00</updated><title type='text'>Lukman Al Hakim</title><subtitle type='html'>Anti Kapitalis AND Liberalis</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://netgraha66.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6439473583144478592/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://netgraha66.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Laskar Mojopahit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_GjsxSPI3Np0/SzldBkXz8eI/AAAAAAAAACw/R7GzK6LlTyY/S220/1_660201914l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6439473583144478592.post-1544152447477521726</id><published>2010-01-06T18:01:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T18:01:53.185-08:00</updated><title type='text'>kisah ku di zamannya....</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_GjsxSPI3Np0/S0VAMGpXRkI/AAAAAAAAADU/dXgpQSGz-0c/s1600-h/lukman++al+hakim.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_GjsxSPI3Np0/S0VAMGpXRkI/AAAAAAAAADU/dXgpQSGz-0c/s320/lukman++al+hakim.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Kita sudah sering mendengar bahkan membaca nama Lukmanul Hakim, tepatnya di dalam al-Qur'an surah Luqman. Sekilas tentang beliau para ulama terbagi kepada dua persepsi: Pertama: persepsi yang mengatakan bahwa beliau adalah manusia biasa seperti kita dan tidak diberikan wahyu oleh Alllah SWT. baik itu untuk ia sampaikan kepada keluarganya lebih-lebih lagi untuk orang lain. Kedua: persepsi yang mengatakan sebaliknya, yaitu bahwa beliau Lukmanul Hakim adalah seorang nabi tapi bukan seorang rasul. Pendapat ini dimotori oleh dua orang ulama yang nama mereka tertulis tinta emas di barisan tabiin, yaitu Ikrimah dan Assya’bi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselisihan ulama ini bertolak dari kealfaan al-Qur'an secara terperinci menjelaskan tentang sosok mulia ini. Selain menyipatinya sebagai seorang yang penuh hikmah. Namun ada dikalangan penafsir al-Qur'an yang mencoba mencari tahu tentang beliau lewat nash-nash al-Qur'an yang mereka pahami. Sebagian mufassir ada yang mengatakan beliau adalah anak Bibi nabi Ayyub a.s. disebutkan juga beliau hidup selama seribu tahun dan dia adalah seorang hakim dikala itu dikalangan Bani Israil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal dari segi tarbawi yang dapat dipetik dari kisah Luqmanul Hakim bersama anaknya, yang terukir indah didalam al-Qur’anul Karim. Bertolak dari masalah aqidah, dimana beliau mengajarkan kepada anaknya aqidah yang benar dengan tidak menyekutukan Allah SWT. seperti dalam surah Lukman, Allah SWT. berfirman: wahai anakku janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya menyekutukan Allah itu (assyirku) adalah kegelapan yang teramat besar. Begitu juga dari segi akhlak, dimana beliau mengajarkan bagaimana tata cara hidup bermasyarakat yang benar, terutama antara seorang anak terhadap kedua orang tuanya, hingga ke masalah ibadah kepada Allah SWT. dimulai dengan shalat dst. Yang merupakan sebuah manifestasi dari aqidah yang terpancang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, disini penulis hanya ingin mengajak pembaca untuk menelaah satu saja dari sederetan hikmah yang ada pada kisah Lukman.r.a. Yaitu perintah shalat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam firman Allah SWT: wahai anakku dirikanlah shalat...Suatu yang mungkin menjadi pertanyaan kita, kenapa harus shalat yang menjadi titik awal nasehat Lukman setelah menanamkan benih aqidah didalam sanubari sang anak? Secara global barangkali bisa kita beri alasan bahwa shalat selain ibadah yang merupakan prioritas untuk di pertanggung-jawabkan diakhirat nanti, terlebih lagi shalat adalah bentuk ibadah pertikal antara makhluk kepada Sang Khalik, Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita cemati dari firman Allah SWT. yang disampaikan melalui Lukman, dalam perintah shalat kita akan menemukan lafal ‘aqim’ yang mempunyai makna dirikanlah. Dan tidak memakai lafal ‘shalli’yang bermakna shalatlah. Ini mengandung nilai bahwa seorang muslim dalam pelaksanaan shalatnya tidak cukup hanya dengan ritualitas yang terdapat didalamnya ruku’, sujud dst. Namun, yang patut untuk diperhatikan adalah syarat dan rukun yang terkandaung didalamnya, seperti thoma’ninah dan lain sebagainya yang akan mengantar seseorang, muslim tentunya dalam melaksanakan shalatnya kepada kekhusu’an. Sehingga pada akhirnya shalat tidak saja sebagai suatu kewajiban yang dianggap hanya sebagai beban, akan tetapi lebih dari itu merupakan sebuah kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada lima butir nilai tarbawi yang dapat kita petik dari perintah shalat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: nilai akhlak. &lt;br /&gt;Yaitu antara makhluk dan Sang Khaliknya. Firman Allah SWT: dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Suatu praktekulasi dari perintah shalat baru bisa dijamin kebenarannya, ketika diluar shalat ia bisa menjadi penuntun pelaksananya kearah perbuatan yang terbebas jauh dari berbagai bentuk kekejian dan kemungkaran. Ini mengindikasikan bahwa, ritualitas berbentuk shalat mempunyai semacam power yang mampu menghasilkan dampak positif dalam hal tata cara interaksi seorang makhluk dengan Sang Khaliknya. Dengan kata lain, melaksanakan segala perintahNya dan menjauhkan segala laranganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: nilai sosial kemasyarakatan. &lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan shalat umat muslim dianjurkan berjamaah, yang melibatkan dua orang atau lebih. Hal ini ditopang oleh sabda rasul SAW: sesunguhnya shalat jamaah lebih baik dari pada shalat sendiri dengan 27 derajat. Sebagai seorang muslim dalam hidup bermasyarakat sangat dibutuhkan sekali kesepahaman antara satu kepala dengan kepala yang lainnya, antar satu golongan dengan golongan yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu komunitas masyarakat tidak akan terjalin secara harmonis tanpa kita saling tiv and give dalam hidup sehari-hari. Sebagaiman rasulullah SAW. mengajarkan kepada kita untuk hidup bersosial, dimana ketika beliau dan istrinya mengetahui ada diantara tetangganya yang kehabisan makanan, lalu rasul SAW. memberikan bekal yang mereka miliki, sementara tidak ada tersisa untuk mereka. Begitu juga dalam hal pergaulan sehari-hari, rasul SAW. sangat memelihara keharmonisan bermasyarakat, bahkan terhadap kelompok beda agama sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita amati dalam pelaksanaannya, shalat jamaah didalamnya terdapat dua komponen yang harsus seiring-sejalan, yaitu tukang azan, dan imam. Seorang imam tidak mungkin berdiri didepan jamaah untuk menjadi imam sebelum muadzin melaksanakan iqomah. Demikian halnya dengan makmum, ia tidak akan mendapat pahala jamaah jika tidak berniat mengikut imam. Mungkin, jika kita uraikan dalam lingkup yang lebih luas lagi, bahwa seorang presiden tidak mungkin jadi presiden tanpa ada campur tangan masyarakat yang memilihnya. Sebaliknya mereka yang dipimpin, tidak hanya bisa memilih tapi juga patuh terhadap aturan yang dicanangkan. Demikian halnya dalam bermasyrakat, katakanlah masyarakat pedesaan. Disana harus ada aturan yang mesti ditaati dan seseorang yang tegak untuk mengemban amanah yang tidak lain melainkan untuk kemaslahatan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah shalat berjamaah, ia mengajarkan kita umat ini untuk selalu memupuk persamaan bukan perbedaan yang dikemas dalam kata; persatuan dan kesatuan dan membuang jauh bentuk perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga:  nilai mentalitas. &lt;br /&gt;Diantara syarat seseorang baru boleh melaksanakan shalat harus berakal, sebaliknya orang yang tidak berakal tidak dibebani kewaiban ini. Ini menunjukkan begitu islam sangat menghargai akal. Bukan menyalah-gunakannya. Mentalitas seorang muslim begitu terdidik dengan lingkungannya yang islami. Sebagaimana disetiap shalat mereka dididik untuk peka terhadapa suara azan yang mendayu-dayu mengundang mereka untuk shalat. Sehingga dalam sebuah hadits disebutkan yaitu ketika beliau bercerita tentang kelompok yang dijamin oleh Allah SWT untuk masuk surga tanpa hisab: laki-laki yang hatinya selalu berhubungan dengan mesjid. Ialah diantara yang masuk syurga tanpa hisab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Nilai keindahan. &lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits rasulullah SAW. bersabda: sesungguhnya Allah itu indah dan suka keindahan. Kemudian dihadits yang lain pula rasulullah SAW bersabda: kebersihan itu setengah daripada iman. Shalat tidakkan sah jika tidak didahului dengan bersuci, karena itu diantara syaratnya, baik dari hadas besar (junub) maupun kecil(al-wudhu). Berwudhu pun belum boleh sebelum beristinja alias bersuci dari kencing dan tahi, jika dituntut. Kemudian, ketika hendak berwudhu kita disunatkan bersiwak. Sebagaimana sabda nabi kita Muhammad SAW yang diriwayatkan dari Abi Hurairah: Andai aku tidak keberatan terhadap orang-orang mukmin, niscaya aku akan suruh mereka untuk bersiwak disetiap ingin melaksanakan shalat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, setelah semuanya selesai, beristinja dan berwudhu sebelum turun ke mesjid kita dianjurkan pula untuk memakai pakain yang bersih dan indah serta wangi-wangian. Seperti firman Allah SWT. dalam surah al-A’raf ayat 31: ya bani aadam khuzduu ziinatakum ‘inda kullimasjidin. Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini: Disunatkan berhias ketika hendak melaksanakan shalat, terlebih lagi pada hari Jum’at dan hari raya dan disunatkan pula memakai wangi-wangian dan bersiwak, karena wangian-wangian adalah merupakan perhiasan, sedangkan siwak adalah pelengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga shaf dalam shalat jamaah. Kita dianjurkan untuk selalu meluruskannya. Seperti yang diajarkan baginda rasulullah SAW. yang mana ia tidak mengimami para sahabat sebelum memberitahukan kepada mereka supaya meluruskan dan merapikan shaf mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: nilai fisik. &lt;br /&gt;Merupakan nilai terakhir dari pelaksanaan ibadah shalat. Shalat yang kita lakukan sebanyak lima waktu sehari-semalam selain sebuah ibadah yang teramat mulia juga merupakan sarana olah-tubuh. Selain olah raga bagi anggota tubuh shalat dengan segala gerakan didalamnya dan disertakan bacaan-bacaan tertentu yang mesti dibaca sehingga semakin meningkatkan kekhusu’an dalam pelaksanaannya, dapat juga memberikan penyegaran bagi otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segi fisikologis yang ditawarkan dalam pelaksanaan shalat ini dapat terlihat dari persiapan yang dilakukan seorang muslim ketika hendak menggelarkan kewajiban mulia ini. Yaitu terampilnya seorang muslim ketika hendak menggelarkan perintah mulia ini dalam keadaan bersih, baik itu bersih rohani maupun jasmani. Sebagaimana kita tahu bahwa kebersihan merupan sumber utama kesehatan, jasmani dan rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kita lihat, bahwa shalat didalamnya mengandung banyak nilai-nilai tarbawi yang tertumpu pada satu nilai, yaitu ruhiah dan akhlaqiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga butir-butir nilai tadi tidak hanya menghiasi baris kata-kata pada tulisan ini, akan tetapi menjadi batu loncatan bagi kita untuk terus dan selalu memperhatikan kwalitas shalat kita dan memperbaikinya. Terutama kita mejadikan cara Lukaman r.a dalam mendidik anaknya sebagai pedoman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bisshawab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;semoga hambamu bisa manjadikan contoh buat anak-anakku nanti.... &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6439473583144478592-1544152447477521726?l=netgraha66.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://netgraha66.blogspot.com/feeds/1544152447477521726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://netgraha66.blogspot.com/2010/01/kisah-ku-di-zamannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6439473583144478592/posts/default/1544152447477521726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6439473583144478592/posts/default/1544152447477521726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://netgraha66.blogspot.com/2010/01/kisah-ku-di-zamannya.html' title='kisah ku di zamannya....'/><author><name>Laskar Mojopahit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_GjsxSPI3Np0/SzldBkXz8eI/AAAAAAAAACw/R7GzK6LlTyY/S220/1_660201914l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GjsxSPI3Np0/S0VAMGpXRkI/AAAAAAAAADU/dXgpQSGz-0c/s72-c/lukman++al+hakim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6439473583144478592.post-4499012867227747025</id><published>2010-01-06T04:27:00.001-08:00</published><updated>2010-01-06T04:27:25.244-08:00</updated><title type='text'>Antek-antek kapitalis</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://komunitasembunpagi.blogspot.com/2009/04/antek-antek-kapitalis-bajingan.html"&gt;Antek-Antek Kapitalis Bajingan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_fqgEW-8jw7E/SdjvK6UCerI/AAAAAAAAAdQ/CjmLv0tyil4/s1600-h/Love__Dad_by_shimoda7.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321265930469276338" src="http://4.bp.blogspot.com/_fqgEW-8jw7E/SdjvK6UCerI/AAAAAAAAAdQ/CjmLv0tyil4/s320/Love__Dad_by_shimoda7.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 245px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;style type="text/css"&gt;  &lt;!--   @page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm }   P { margin-bottom: 0.21cm }  --&gt;  &lt;/style&gt; &lt;/div&gt;&lt;div lang="sv-SE" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Tidakah mereka ―antek-antek kapitalis―&lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; memiliki perasaan. Manusia punya kodrat kedudukan sama sejak lahir. Tetapi keserakahan yang merengut kemerdekaan banyak orang. Sehingga harus lebih banyak darah, daging, dan nyawa orang, utamanya kaum miskin kota untuk di hisap. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Atas dalih kebebasan pasar. Mereka berlomba-lomba memperkaya diri masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Dasar tidak tahu diri, bukannya mereka orang pintar. Kepintaran mereka dijadikan kedok keberhasilan. Namun tetap saja, tak ada niat baik, yang ada hanya kebusukan. Jika ia berniat baik, maka kepintarannya bukan untuk bersaing sendirian, melainkan mengajari orang banyak untuk cerdas sama dengan mereka, dan maju bersama-sama. Kebersamaan di haramkan bagi mereka ―antek-antek kapitalis. Kepintaran berbuah kelicikan, picik, tak punya jiwa sosial, dan senang melihat penderitaan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Mereka sesungguhnya bukan orang hidup, melainkan orang yang sudah lama mati. Hati mereka terbujur kaku, rasio mereka dibutakan ha&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;nya untuk bagaimana cara menghasilkan uang sebanyak-banyaknya. Di balik kesuksesan mereka adalah mayat hidup. Mereka adalah bangkai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Mereka yang tak peduli kebenaran. Ah, apalah arti kebenaran jika tak menguntungkan. Otak mereka sekotor tong sampah yang belum jadi humus, baunya menyengat hingga menyentuh urat nadi membuat orang ingin muntah darah. Kebenaran satu-satunya adalah permintaan pasar. Jika sudah berhadapan dengan pasar. Kelakuan bringasan mereka menjadi berubah. Mereka orang munafik yang menjilat-jilat konsumen dan penguasa setempat. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Sama-sekali tak punya harkat dan martabat sebagai manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Tuhan bagi mereka hanya sarana untuk meminta melampaui kapasitas kepemilikan pribadi manusia. Harapan untuk membunuh semua lawan pasarnya, niat untuk menipu semua konsumen dan keuntungan haram yang berlipat-lipat menjadi panjatan do’a yang selalu diutarakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Bahkan tak jarang mereka yang bertamu ke dukun-dukun keparat untuk mendapatkan aji-aji mantra sakti mandraguna. Rasionalitas mereka tak dihiraukan lagi. Bagaimana para &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;antek kapitalis mempercayai tahayul berlebihan untuk sekedar ingin merebut dan mempertahankan kekuasaan pasar. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;John Maynard Keynes saja motor neo-liberalisme ekonomi terlalu percaya pada ramalan garis tangan orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div lang="sv-SE" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Sadarlah pembela kapitalis. Yang kau bela itu adalah iblis. Atau jangan-jangan kau sendiri adalah iblis itu sendiri. Jadi wajar jika sesama iblis saling membela satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang="sv-SE" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;          ******** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div lang="sv-SE" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Kapitalisme tak pernah menyinggung dan menempatkan kaum miskinbaik sebagai objek maupun subjek. Mereka hanya mengetahui bahwa mereka miskin akibat dari sesalahannya sendiri. Mereka malas dan tak berpendidikan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang="sv-SE" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div lang="sv-SE" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Ini tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang="sv-SE" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div lang="sv-SE" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Kemiskinan, miskin, dan penderitaan yang di dera oleh mereka tak boleh di salahkan. Mereka sudah telalu menderita. Kenapa harus di salahkan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang="sv-SE" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div lang="sv-SE" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Kapitalisme hanya menyengsarakan mereka. Di kota-kota metropolitan, jurang pemisah antara kaum borjuis dan kaum ploretariat semakin lebar. Sedemikian menderitanya, kaum miskin masih saja dianggap bukan manusia, melainkan binatang yang menyusahkan. Tempat tinggal mereka digusur, kesehatan mereka tak di jamin, pendidikan anak-anak mereka tak terpikirkan, dst.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang="sv-SE" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div lang="sv-SE" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Kapitalis tak pernah menempatkan kaum miskin sebagai sesuatu yang musti diperhatikan. Ini adalah kekejaman yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang="sv-SE" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Hanya Marx dengan berbagai gagasannya yang kemudian berpengaruh pada penerusnya, menempatkan kaum miskin sebagai subjek filsafatnya. Hanya ada dua subjek yang menjadi esensi dari kehidupan dan sejarah manusia, yakni kaum kapital dan kaum buruh. Tetapi kaum buruhlah yang pada akhirnya harus memenangi pertarungan, agar kesejahteraan umum dapat benar-benar dilaksanakan. Marx (1888) &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;e&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;verywhere support every revolutionary movement against the existing social and political order of things&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Bahkan negara yang se-Kapitalis Amerika sekalipun, tak luput dari pengaruh teori antagonisme kelas yang dikonsepsikan oleh Marx. &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;The U.S. archive contains information on the Black Panther Party and their revolutionary struggle to overturn the U.S. system of racial and working class oppression, and the Civil Rights Movement; documents of early Marxist parties and labor history. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Robert: 1864). Pembebasan ras kulit hitam atas revolusi dan perjuangan tiada henti untuk kepentingan emansipatoris. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div face="georgia" style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Marx memang sudah mati, tetapi pikirannya tetap hidup. Ia menjadi inspirasi pemekir sesudah Marx menyempurnakan gagasan-gagasannya. Karl Kutsky (1854-1938) dengan keambrukan natural sistem kepemilikan individu, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;degradation or to overthrow the system of pivate property&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;. Gerakan emansipasi perempuan, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;international women's movement&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; yang di gawangi oleh Clara Zetkin. Pencetus warna kepartaian sosio-demokrat Rusia Georgi Plekanov (1856-1918). Bagaimana buruh mengelola industri dalam satu kesatuan tersendiri yang berbeda dengan para kapital,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; by workers organized into industrial unions&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; (1852-1914). Pencetus kepemimpinan diktator yang berasal dari kaum buruh, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;the dictatorship of the working class&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; oleh James Connolly (1868-1916). Rosa Luxemburg (1871-1919), yang mengkonstatasikan kepemimpinan buruh yang bukan berasal dari satu gerakan sosial massa, melainkan, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;the political leadership of the whole movement&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;. Seorang penggagas revolusi rusia dan promotor Bolshevik, Nikolai Bukharin (1888-1938). Dan masih banyak lagi, tak kalah penting untuk disebutkan adalah mahzab kritis frankfurt, menjadikan teoritisasi Marx lebih sempurna menjawab tantangan zaman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6439473583144478592-4499012867227747025?l=netgraha66.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://netgraha66.blogspot.com/feeds/4499012867227747025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://netgraha66.blogspot.com/2010/01/antek-antek-kapitalis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6439473583144478592/posts/default/4499012867227747025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6439473583144478592/posts/default/4499012867227747025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://netgraha66.blogspot.com/2010/01/antek-antek-kapitalis.html' title='Antek-antek kapitalis'/><author><name>Laskar Mojopahit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_GjsxSPI3Np0/SzldBkXz8eI/AAAAAAAAACw/R7GzK6LlTyY/S220/1_660201914l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fqgEW-8jw7E/SdjvK6UCerI/AAAAAAAAAdQ/CjmLv0tyil4/s72-c/Love__Dad_by_shimoda7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6439473583144478592.post-3425197931497054683</id><published>2009-12-31T07:46:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T07:46:30.834-08:00</updated><title type='text'>Memilih untuk tidak memilih (GOLPUT)</title><content type='html'>Penulis secara pribadi menganalisis, setidaknya ada 4 alasan mengapa masyarakat melakukan golput?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama, golput karena alasan tekhnis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Golongan ini adalah mereka yang tidak terdaftar dalam DPS (Daftar Pemilih Sementara) ataupun DPT ( Daftar Pemilih Tetap). Penyebabnya bisa dikarenakan kesalahan KPU dalam pendataan, pemerintah setempat ataupun orang yang bersangkutan. Atau bisa saja mereka sudah terdaftar, tetapi dalam hari H nya ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga mereka tidak bisa hadir di TPS (Tempat Pemungutan Suara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua, golput karena alasan ekonomis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang melakukan golput karena alasan ini, biasanya mereka yang karena ma’isyah (mata pencaharian) tidak bisa meninggalkan aktivitasnya untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Golongan ini didominasi oleh para pedagang kecil, karyawan dengan upah harian dan pekerja serabutan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, golput karena alasan apatis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Golongan ini didominasi oleh mereka yang sudah tidak percaya lagi terhadap sistem dan penguasanya, tetapi mereka juga tidak melakukan perbuatan apapun untuk mengubahnya. Sehingga keberadaanya seperti tidak adanya, mereka merasa masa bodo dengan apa yang terjadi. Tentu saja, golongan seperti ini yang kita tidak harapkan, karena mereka berlepas diri dengan keadaan masyarakat dan mereka senantiasa menyalahkan keadaan serta menyerah dengan keadaan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat, golput karena alasan ideologis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suara ini dikumandangkan oleh sebagian umat Islam dengan alasan yang hampir sama dengan alasan orang-orang apatis, golongan ini sudah tidak mempercayai system dan penguasa yang ada. Karena meyakini ada system yang lebih baik lagi dari pada system sekarang yang berlaku, yakni system Islam.&lt;br /&gt;Tetapi, jangan pernah menuduh orang-orang seperti ini sebagai orang yang berlepas diri dengan keadaan masyarakat. Justru mereka melakukan hal itu karena mereka sangat pro masyarakat, yang kini terus dibodohi oleh system yang berlaku.&lt;br /&gt;Jiwa nasionalis mereka lebih tinggi daripada orang-orang yang mengaku nasionalis sekalipun, lihat-lah contohnya ketika Timor-timur akan melakukan referendum, mereka dengan lantang meneriakkan bahwa strategi tersebut adalah ulah para antek Amerika dan Australia yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan Indonesia, suara yang hampir tidak pernah diteriakkan oleh orang-orang nasionalis.&lt;br /&gt;Mereka senantiasa mestandarkan perbuatannya dengan apa yang telah dilakukan oleh Rosulullah SAW, sebagai uswatun hasanah (contoh teladan). Jika saja Rosulullah SAW, menerima tawaran orang-orang kafir quraisy pada waktu itu, untuk melakukan kolaborasi dengan system yang ada, tentu mereka pun akan melakukannya. &lt;br /&gt;Tetapi, ketegasan Rosulullah SAW untuk tidak masuk system kufur pada waktu itu, menjadi barometer bahwa hal itu tidak boleh dilakukan oleh mereka yang mengaku beriman dan menjadi pengikut Beliau SAW.&lt;br /&gt;memilih akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi kalau MUI ngomong GOPUT itu haram.... yang haram itu haram!!! nggak mempunyai landasan yang kuat, kenapa yang jelas dan nyata di haramkan oleh Agama kok mala sepertinya di halalkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Laskar Mojopahit&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6439473583144478592-3425197931497054683?l=netgraha66.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://netgraha66.blogspot.com/feeds/3425197931497054683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://netgraha66.blogspot.com/2009/12/memilih-untuk-tidak-memilih-golput.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6439473583144478592/posts/default/3425197931497054683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6439473583144478592/posts/default/3425197931497054683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://netgraha66.blogspot.com/2009/12/memilih-untuk-tidak-memilih-golput.html' title='Memilih untuk tidak memilih (GOLPUT)'/><author><name>Laskar Mojopahit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_GjsxSPI3Np0/SzldBkXz8eI/AAAAAAAAACw/R7GzK6LlTyY/S220/1_660201914l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6439473583144478592.post-324807708654685211</id><published>2009-12-26T20:18:00.000-08:00</published><updated>2009-12-26T20:21:26.971-08:00</updated><title type='text'>Indonesia koe</title><content type='html'>Garuda adalah lambang kekuatan bangsa indonesia tapi di mata kapitalis merubah dari azas dasar Pancasila... Ketuhanan yang maha esa berganti Keuangan yang maha esa, kemanusian yang adil dan beradap itu berganti kemanusiaan yang gak adil dan tidak beradab, persatuan Indonesia juga sekrank sudah ternodah oleh para pemodal yang mengakibatkan perpecahan atar suku atau golongan, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, apa kita merasakan bahwa kita di pimpin oleh kebijakan dalam permusawaratan, wonk selama ini aja kebijakan masih belum berpihak pada rakyat, kalo suda kayak gitu apa kita merasakan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia??? untuk itu kawan... mari kita bersama-sama mempertahankan nilai-nilai Pancasila yang ternoda oleh perbuatan perbuatan orang orang Kapitalis. {from FPPI Mojokerto} Semestakan NADEMKRA....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6439473583144478592-324807708654685211?l=netgraha66.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://netgraha66.blogspot.com/feeds/324807708654685211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://netgraha66.blogspot.com/2009/12/indonesia-koe.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6439473583144478592/posts/default/324807708654685211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6439473583144478592/posts/default/324807708654685211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://netgraha66.blogspot.com/2009/12/indonesia-koe.html' title='Indonesia koe'/><author><name>Laskar Mojopahit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_GjsxSPI3Np0/SzldBkXz8eI/AAAAAAAAACw/R7GzK6LlTyY/S220/1_660201914l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
